Jumat, 23 Mei 2014

Pernah Singgah



68082_356163484476189_528523932_n.jpg
Suatu hari di kota Malang,, terdengar ketukan dari luar pintu rumahku, ku lihat ada segerombolan tentara memakai seragam  lengkap berada di teras rumahku. “apa benar ini rumah Pak Hadi?” tanya salah satu prajurit itu kepadaku. “iya betul, ada apa ya mas?” tanyaku. “kami mencari rumah kos, untuk menginap beberapa hari.” jawabnya. Aku pun mempersilahkan segerombolan tentara itu masuk ke dalam rumah, lalu mereka pun dijamu oleh ayah dan ibuku. Tapi yang berbeda waktu itu, mataku tertuju pada salah satu tentara yang duduk berada di ujung kursi warna biru.
Keesokan paginya, aku bergegas pergi menuju kampus. Namun, langkahku terhenti sejenak melihat Dia (Tentara yang telah mencuri pandanganku, semalam). Langkah tegapnya berjalan menuju ke arahku, tanpa basa-basi dia pun melontarkan kata “hai” lalu disambungnya lagi beberapa pertanyaan yang mampu ku duga sebelumnya. “mau kemana dek?” tanya tentara itu. “ke pantai mas,” jawabku singkat. “kesana sama siapa aja???” tanya dia. “Sama temen  kuliah mas.” Jawabku. “ohh,, masih kuliah yah? Semester berapa dek?” tanya dia lagi. “iya mas,, masih kuliah, baru semester 3. Udah dulu ya mas, udah keburu nih.” Jawabku  sambil berlalu. “loh,, loh lohh,, tunggu,, aku belum tau siapa namamu???" teriaknya. “Tanya ke ibuku aja mas! Siapa namaku  ini!” sahutku dari jauh sambil tertawa lirih.
Digerbang kampus udah terlihat teman-teman seperjuanganku. Ada Ryan, Ratna, Avrin, Setya dan Rosyad. Aku pun berlari menghampiri mereka, “maaf aku telat!!” kataku ngos-ngosan. Sambil menaruh  perlengkapan ke dalam mobil. Tiba-tiba terdengar suara lantang dari Ryan “sudah hadir semua kan??? Vrin, tolong anak-anak kamu absen dulu !!!” perintah Ryan.
“ehh wii, kamu tadi kemana aja sih?? Anak-anak pada ngomel tuh!!” bisik Ratna. “hehehe,, maaf Naa, tadi itu ane diintrogasi ama tentara.” Jawabku. “hah??? Yang bener?? Emang kamu salah apa sampai-sampai diintrogasi??” tanya Ratna lagi. “jadi gini ceritanya, semalem itu ada segerombolan tentara dateng ke rumah, dan tadi pagi, aku disamperin ama salah satu dari mereka.” Ceritaku kepada Ratna dengan pasang muka serius. “emang kamu semalem buat salah apa sih wii?” tanya Ratna penasaran. “gak ada sih” jawabku enteng. “terus diintrogasi gimana tadi?” tanya Ratna lagi. “diintrogasi gini, Mau kemana dek? Kepantai sama siapa? Loh masih kuliah tah? Semester berapa? Namamu siapa dek?” jawabku serius. “Glodakkkk,, itu sih namanya bukan introgasi, tapi basa-basi pengen kenalan wii!!!!” sambil menjewer telingaku.
68082_356163484476189_528523932_n.jpgLalu terdengar suara ponselku berdering. “Hallo, selamat pagi. Dengan siapa ya?” tanyaku lewat telepon. “hallo wii. Ini aku, yang tadi pagi nyamperin kamu” jawabnya dari sebrang ponselku. “ohh si Om tentara” jawabku. “kog si Om Tentara?? Tanya dia heran. “lah aku kan gak tau nama kamu mas? Ya aku panggil aja Om tentara” jawabku singkat. “iya juga yah,, kenalin namaku Tyan asli dari P.Sumatera yang sedang merantau ke tanah Jawa” Jawabnya. “hahahahaha,,, selengkap itu ya? Kalau tentara kenalan??” kataku. ”gak juga sih? Cuma ke Dewi aja.” Kata Tyan agak gombal. “lohh,, udah tau namaku ternyata,” tanyaku. “iya lah,, namanya juga tentara, ya cepet nyari informasi?” jawabnya. “iya cepet dan patas. Ehh mas Tyan,, udah dulu yah,, aku mau berangkat nih! Ntar lanjut lagi telpnya” kataku. “ohh, iya Dewi, ati-ati dijalan yah.” Kata Tyan. Telp kami pun berakhir.
Aku beserta rombongan segera berangkat menuju tempat tujuan kami, Pantai Segoro Anakan, disana kami membangun tenda dan membuat api unggun, sehari semalam kami menghabiskan waktu bersama,, melihat sun set dipinggir pantai,, menikmati suasana pantai, serta memandangi bintang dan bulan yang saling menemani satu sama lain di malam hari.
Keesokan harinya,, kami pun pulang menuju  Malang. Kami berpisah di kampus, dan alangkah terkejutnya aku, saat mataku melihat sosok tegap, gagah, duduk di atas sepeda motor menggunakan jaket kulit bewarna hitam, t-shirt berwarna kecoklatan, jam tangan yang melingkar di pergelangan tangannya, dan tak lupa topi yang menutupi rambut cepaknya. “Tyan” menjemputku. “loh? Kog kamu yang jemput??” tanyaku heran. “kakakmu keluar, bapak ada pertemuan di lanal, ibu minta tolong ke aku, untuk jemput kamu, ya udah aku jemput aja. Ayo cepet naik!” perintah Tyan. Lalu bergegas menuju rumah.
Sudah lima hari, para segerombolan tentara ini berada di rumahku, dan kini tibalah mereka untuk berpamitan meninggalkan rumah kos-kosanku, untuk kembali beraktifitas di dalam asrama. Sebulan sampai empat bulan mereka rutin mengunjungi rumahku setiap weekkend, begitu pun dengan Tyan, yang selalu mewarnai hari-hariku, meskipun saat itu kami masih belum  resmi jadian. Satu tahun sudah kami berkenalan, dan saling mengerti satu sama lain. Tapi kami masih belum juga resmi jadian.
68082_356163484476189_528523932_n.jpgTiba-tiba aku mendengar berita bahwa akan ada penempatan dinas. Lemas, tak berdaya saat mendengar berita itu. Namun begitu bahagianya aku ketika mengetahui bahwa dia berdinas di Malang. “Dewi,, sepertinya selama 6 bulan atau 8 bulan aku gak bisa ke rumah dulu. Ada penerjunan di Bandung.” Katan Tyan. “hah?? selama itukah ???” tanyaku. “iya,,” jawabnya. Sudah delapan bulan, hari-hariku berlalu tanpa kehadirannya..
Bulan Ramadhan pun tiba, terlihat sosok yang gak asing dalam pengelihatanku. “Tyan” dia ada dihadapanku. Benarkah dia??? Seseorang yang selama ini aku nantikan kehadirannya, kini ada di depan mataku. “ini aku wii,, Tyan!!!” mencoba meyakinkanku. “maafkan aku, baru sekarang aku bisa ngabarin kamu, selama berbulan-bulan lamanya.” Tambahnya sambil memegang erat kedua tanganku. “Aku balik buat kamu, dan ada satu hal yang ingin aku ungkapkan ke kamu. AKU SAYANG KAMU, Maaf aku baru berani mengungkapkannya sekarang. Kamu mau kan jadi pacarku?” imbuhnya. Betapa bahagianya aku mendengar kalimat itu, setelah sekian lamanya menanti, dan tanpa pikir panjang aku langsung bilang “IYA, aku mau jadi pacar kamu, sebetulnya selama ini aku juga nyimpan perasaan ini ke kamu.” jawabku malu-malu.
Akhirnya kami pun resmi menjadi sepasang kekasih, hari-hariku bersamanya begitu berwarna, indah, dan tak berkurang sekecil apapun, terasa lengkap akan kehadirannya. Namun kami tak seperti pasangan lain pada umumnya. Keterbatasan waktu lah yang membuat hubungan kami berbeda dengan pasangan lainnya. Terkadang kami hanya bisa bertemu tiga bulan sekali bahkan bisa enam bulan sekali. Walau begitu, aku bangga mempunyai kekasih seperti dia, tak hanya mencintaiku setulus hatinya, melainkan mencintai negara tanpa batas.
Suatu hari,, aku mendengar berita, Tyan, yang begitu istimewa dalam hidupku seketika berubah menjelma menjadi malaikat pencabut nyawa. Dia telah menghianati tulusnya cintaku, menghianati janji-janji yang pernah kami buat. Semua itu sirna dalam sekejap, saat aku tau bahwa diam-diam, dia bermain api dengan kawanku, Ira. Saat itu juga, aku memutuskan hubungan yang telah kami jalani. Kecewa, sedih, menangis itu yang aku rasa. Berkali-kali dia mencoba menghubungiku entah telpon, sms, ataupun BBM.
Empat minggu berlalu, dia masih tetap berusaha menghubungiku, hingga akhirnya dia bisa keluar dari asrama dan menemuiku dengan memakai seragam loreng lengkapnya yang terlihat begitu gagah, dan  berwibawa . “maafkan aku Dewi, maafkan aku. Aku tau aku yang salah, aku yang bodoh, tak seharusnya aku melakukan ini padamu, maafkan aku, aku masih sayang kamu. Aku tau kamu  masih sayang sama aku! Jadi tolong maafkan aku, kembalilah padaku wii!” katanya sambil memeluk erat tubuhku, lalu sedikit demi sedikit menatap kedalam dua bola mataku. Diulanginya sekali lagi, sambil meyakinkanku bahwa keputusan yang telah ku ambil kemarin salah. Serentak aku menjawab “Tidak,”
“kenapa wii?” tanyanya heran sambil melepas pelukkannya. “maaf Tyan, aku gak bisa lagi untuk kembali padamu, udah terlalu kecewa dan sakit yang aku rasa, aku gak mau mengulang kesalahan yang sama dengan kembali padamu.”
Itulah kalimat terakhir yang aku dengar dari Tyan, seorang Tentara dari tanah Sumatera yang pernah singgah dalam kerajaan hatiku dan menjadi pemeran utama dalam kehidupan cintaku.

0 komentar:

Posting Komentar

 

little notes Copyright © 2009 Cookiez is Designed by Ipietoon for Free Blogger Template